pantai lombok

Pantai Kuta di Sisi Selatan Pulau Lombok

Uncategorized

Dikutip https://happybet188.co/ Tidak hanya Bali, Lombok juga punya suatu pantai yang disebut Kuta. Selain keserupaan nama, terdapat satu keserupaan identik lainnya antara Kuta Lombok dan Kuta Bali. Sama-sama berada di ambang Samudera Hindia, dua-duanya mempunyai ombak besar yang menantang nyali masing-masing peselancar. Namun ada perbedaan yang gampang kelihatan antara keduanya. Kuta Lombok belumlah semaju Kuta Bali, bahkan masih jauh dalamurusan infrastruktur dan kemudahan penunjang wisata. Kalau di Kuta Bali, sepanjang jalan di ambang pantai mudah didatangi restoran dan cafe Tapibila ditanya mana yang lebih cantik?? Tentu Kuta Lombok jawabannya. Start dari Senggigi, perjalanan ke Kuta Lombok bakal dimanjakan dengan tempat-tempat unik lainnya yang sayang guna dilewatkan. Candi Batu Bolong, Desa Banyumulek, Pasar Kediri, Desa Sukarara, Kampung Sade, dan pantai-pantai selama Kuta.. Menarik bukan??  Pertimbangan masa-masa dan juga hendak bersantai merasakan Pantai Mawun, dan pun gue gak inginkan terburu-buru beralih dari satu tempat ke tempat lainnya, maka terpaksa sejumlah destinasi destinasi harus gue coret dari daftar.. 🙁 .. Akhirnya gue putuskan guna gak mendatangi Candi Batu Bolong dan Pasar Kediri. Candi Batu Batu Bolong gue skip dengan pertimbangan di Bali pun tidak sedikit candi/pura yang sudah gue lihat. Sedangkan Pasar Kediri gue skip dengan pertimbangan pasar tradisional di Indonesia biasanya format dan suasananya 11-12.. Bisa jadi gue salah,dapat jadi kedua lokasi tersebut mempunyai karakteristik tersendiri dibanding lokasi sejenis di wilayah lain. Nah suatu ketika gue mestidatang lagi ke Lombok dan mendatangi kedua lokasi yang gue skip tersebut. Desa BanyumulekNah, desa ini adalahsalah satu sentra kerajinan gerabah di pulau Lombok. Bang sopir mengirimkan gue ke suatu toko/galeri gerabah.. Di galeri tersebut, tidak sedikit gerabah yang dijumpai dengan sekian banyak  ukuran, bentuk, dan motif.. Disini, gerabah-gerabah tersebut tidak saja untuk dipamerkan, tapi pun dijual. Mulai dari yang murah hingga mahalterdapat di sini. Ada satu gerabah menarik yang disebut KENDI MALING. Memang apa keunikannya? Nah, bila di kendi biasa anda memasukan air dari unsur atas, kendi maling sebaliknya. Air dimasukan dari unsur bawah kendi. Tumpah dong? Nah ini uniknya, airnya kaga tumpah ketika kita menempatkan kendi laksana biasa.  Di samping menjual sekian banyak  macam kerajinan gerabah, di sini pun disediakan tempat bilamana kita hendak mencoba menciptakan gerabah. Letaknya terdapat di belakang galeri. Karena keterbatasan waktu, gue dan Ayu melulu melihat-lihat dan melakukan pembelian gerabah guna oleh-oleh, tanpa menikmati serunya proses penciptaan gerabah 🙁 .. Desa Sukarara Lain halnya Desa Sukarara, warga desa ini ialah pengrajin kain songket. Abang sopir pulang lagi mengirimkan gue ke suatu galeri besar yang memamerkan dan memasarkan kain songket dengan pelbagai bentuk, motif, dan ukuran. Sesampainya di galeri, gue disambut oleh seorang guide yang siap menyatakan tentang Desa Sukarara dan kerajinan kain songket yang udah turun temurun di desa ini. Masuk ke galeri ini mengingatkan kembali waktu gue di NTT dulu, yang mana di setiap wilayah di NTT pun mempunyai kain tenun dengan karakteristik masing-masing.Perempuan di desa ini wajib dapat menenun, sebab desa ini adalahsalah satu penghasil penenun terbesar di Indonesia, maka si Ayu pun harusmengupayakan menenun dong ahihi.. Yah meski hanya buat sebaris dua baris dan belum berbentuk motif.Kita bisa melihat sekian banyak  macam tenun songket berikut teknik pembuatanya dan menikmati sensasi membuatnya, terdapat satu kegiatan lagi yang seru, dan ini ialah paling gue suka di sini, yakni saatmenggunakan baju adat khas suku Sasak. Awalnya gue menyaksikan sepasang bule yang mengenakan baju tradisioinal suku Sasak ini dan berfoto di depan Rumah Lumbung lokasi tinggal khas suku Sasak. Tertarik, kesudahannya gue ditawarin oleh guidenya guna mengenakannya. Setelah memakainya, gak lupa pun dong bikin berpose di depan lokasi tinggal lumbung, biar afdol.. Tampan gak gue pake baju suku Sasak ini? Haha.. Sekilas, penutup kepala pakaian tradisional ini serupa dengan udeng Bali. Namun ternyata namanya bukan udeng (dan gue tak sempat namanya :V ) … Sebelum meninggalkan desa ini, gue melakukan pembelian kain songket di galeri ini sebagai kenang-kenangan. Saat gue pulang ke mobil, abang guide ngikutin gue hingga akhirnya mobil gue berlalu. Dari dalam mobil,terlihat si abang guide sedikit mengindikasikan muka kecewa. Setelahditerangkan abang sopir, seringkali disini tamu menyerahkan sedikit tips untuk para guide, yang mana tadi gak gue lakukan.. Yaaahh,, maaf banget abang guide.. Gue jadi merasa bersalah 🙁 ,, abang guidemenyatakan panjang lebar dan mengirimkan gue kesana kemari, membalas setiap pertanyaan, memakaikan baju tradisional dan memotret, namun gakbisa apa-apa, 🙁 .. Di desa ini gak terdapat retribusi,, jadi teknik kita menolong kelangsungan desa wisata tersebut ialah dengan melakukan pembelian kain dan menyerahkan tips ke guide.. Temen-temen bila nanti main ke Desa Sukarara tidak boleh lupa ngasih tips ke guidenya yaa.. Dusun Sasak Sade Sebelum ke pantai Kuta, masih terdapat 1 tujuan lagi yang sempat gue singgahi, Dusun Sasak Sade namanya…Dijaman yang era canggih ini tentu tidak sedikit masyarakat yang sudah meninggalkan tata teknik tradisional di lingkungannya dan perlahan mulai mengikuti peradaban jaman. Namun di Dusun Sasak Sade ini, tata kehidupan adat masih dipertahankan. Semua lokasi tinggal di kampung ini di bina dengan paling tradisional, tidak terpengaruh gaya lokasi tinggal modern. Atapnya berbahan ijuk, tiang penyangganya dari kayu, dan dindingnya dari anyaman bambu. Namun sebagian lokasi tinggal sudah beralaskan semen guna lantainya. Berada di sini tidak banyak mengingatkan memory masa kecil gue, ketika masih terdapat sejumlah tetangga yang rumahnya secara garis besar laksana rumah-rumah di kampung Sade, pasti dengan arsitektur berbeda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *