rumah gadang

Objek Wisata Ranah Minang di Kawasan Saribu Rumah Gadang

Uncategorized

Dikutip https://pokertiam.co/ Atap-atap gonjong lokasi tinggal gadang tampak berjejer dari atas surau menara, surau tua yang tetap gagah berdiri, tak lekang oleh waktu. Perbukitan yang hijau pun cantik menjadi background pemandangan area ini. Bila mau, semua penari siap guna menyambut semua tamu dengan tari-tarian khas Solok Selatan. Tak melulu mata yang dimanjakan oleh keadaan tradisional dengan ratusan lokasi tinggal gadang di sini. Namun, lidahjuga tak luput dari rasa nikmat masakan minang dan kudapan khas Solok Selatan. Tak lupa, sensasi menginap di dalam lokasi tinggal gadang punbakal melengkapi momen-momen langka ini, dan mungkin melulu dapat dinikmati di sini, Kawasan Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan.  Perjalanan mengarah ke Kawasan Saribu Rumah Gadang Dedet memelankan kendaraan ketika suara adzan memanggil setiap pria muslim Jumat siang itu.. Tak jauh dari tugu penyambut kedatanganmenginjak Solok Selatan, kami berhenti di suatu masjid dekat pasar. Tak terasa telah 4 jam perjalanan kami lalui lalui dari Kota Padang.  Selepas sholat Jumat, kami mengarah ke rumah santap sungai kalu yang berada tepat di seberang masjid.. Rumah santap yang menyajikan masakan khas minang ini musti diusahakan kalau kalian pergi ke Solok Selatan. Menu baluik lado hijau (belut sambal hijau) yang adalahsalah satu masakan minang kesayangan gue akhirnya memenuhi perut yang mulai mengosong ini. Sampai di Muara Labuh, kami segera mengarah ke ke Kawasan Saribu Rumah Gadang. Kawasan yang berkali-kali gue lewatin ketika tugas ke Solok Selatan tetapi baru di peluang kali ini gue dapat berkenalan denganlokasi ini. Di area ini pun kami, blogger palanta, bakal menginap sebelum mengembara Solok Selatan keesokan harinya. Merasakan menjadi orang minang di Kawasan SRG Kawasan Saribu Rumah Gadang adalahsalah satu tumpuan wisata Solok Selatan yang kaya bakal keunikan kebiasaan masyarakat Minangkabau. Walau tidak semuanya, tetapi sebagian besar lokasi tinggal di sini ialah rumah gadang. Terdapat selama 130 lokasi tinggal gadang yang pun ditinggali oleh penghuninya, dan 10 diantaranya sudah diputuskan sebagai homestay untuk semua tamu. Tidak afdol rasanya bila berangjangsana kesini bila melulu untuk melahat – lihat area tradisional yang diisi rumah beratapkan gonjong ini. Lebih dari itu, kami beruntung diberi peluang untuk menginap di salah satu lokasi tinggal gadang. Rumah gadang yang kami tempati ialah homestay no. 002 milik Uni Iin. Wah, gimana rasanya yaa???Memasuki lokasi tinggal gadang Uni Iin, ada ruangan yang lumayan luas. Sisi sebelah kanan dipenuhi dengan kursi-kursi dan lemari kayu. Sisi sebelah kiri adalahruangan lapang. Di unsur belakang, ada 3 kamar tidur. Sedangkan dapur dan kamar mandi terletak di belakang lokasi tinggal gadang. Lalu di manakah kami tidur? Bukan di kamar-kamarnya,tetapi tidur bareng di ruangan yang lapang tersebut, yang sudah dilengkapi dengan kasur guna 8 orang.  Pertama kali menginjakkan kaki di lokasi tinggal ini, kami langsung disambut dengan sajian khas Solok Selatan yang menggugah selera. Sebuah kudapan mempunyai nama Pangek Pisang, yang disajikan bareng dengan ketan hitam. Rasanya??? Enaaak,, selain bikin cemilan sore, dapat jugaguna makanan pendahuluan maupun penutup santap besar… Selepas merasakan sajian pangek pisang, kami berkeliling melihat-lihatarea ini. Suasananya minang banget, sebab mayoritas lokasi tinggal di sini ialah rumah gadang menyeluruh dengan rangkiang nya. Rangkiangialah bangunan di depan lokasi tinggal gadang yang bermanfaat untuk menyimpan padi hasil panen.Dari sekian tidak sedikit rumah gadang yang kami jumpai ketika itu,terdapat 1 yang sangat terkenal dan tidak jarang kali jadi lokasi berfoto siapapun yang berangjangsana kemari, yakni lokasi tinggal gadang gajah maram. Rumah gadang ini lumayan megah dibanding lokasi tinggal gadang beda di area ini. Di samping itu, lokasi tinggal gadang ini pernah muncul sejumlah kali di layar kaca, dan yang sangat terkenal ialah karena pernah menjadi setting film Di Bawah Lindungan Kabah. Surau Menara di bina pada tahun 1900. Surau ini tidak sedikit menggunakan material kayu. Di tengah-tengah bangunannya ada menara. Jaman dahulu, menara ini dipakai untuk mengerjakan panggilan adzan atau menginformasikan hal-hal penting untuk masyarakat sekitar. Untukmenjangkau puncaknya, terdapat tangga dari kayu yang dilapisi triplek. View dari puncak menara ini paling memukau, terlihat kelompok gonjong yang mengelilingi area ini, dengan latar belakang perbukitan yang hijau oleh pepohonan.Jam santap malam tiba, kami disuguhi Makan Bajamba dengan masakan minang. Makan bajamba ialah sebuah prosesi makan bareng dalam adat minangkabau. Sayang, waktu tersebut tak lengkap sebab tak terdapat sahut-sahutan pantun laksana yang pernah gue tonton ketika lomba santap bajamba di kantor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *