gili trawangan

Menjelajahi Pesona Gili Trawangan Lombok

Uncategorized

Dikutip dari https://betwin188.online/, Tahun ke tahun, Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat semakin ramai saja, semakin terkenal. Tidak melulu cantik, tetapi pulau kecil ini menawarkan hiburan malam tanpa batas, layaknya Kuta-Legian di Bali. Serupanamun tak sama. Serupa,, sebab kedua lokasi ini menjadi surga untuk para wisatawan penyuka keseruan dunia malam.. Dentuman musik partytersiar di masing-masing sudutnya, pesta pantai masing-masing malam. Serupa,, sebab di balik flamboyan dunia malam dengan segala tetek bengeknya, siang hari pemandangan yang estetis siap menyapa. Namun,, hingar bingar dunia malam di gili trawangan pasti tidak sekomplit di Kuta-Legian, sebab memang masih baru dikembangkan, dan berada bukan di pulau utama. Dan ketika siang, pasti keindahan Gili Trawangan lebih memanjakan mata dibanding Kuta, pantainya masih perawan cuy, jauh lebih kece dari pantai Kuta Bali.. Dengan kata lain, Gili Trawangan ialah pulau party seseru Kuta-Legian dengan pemandangan yang lebih cantik..Akomodasi  Setibanya di Bandara International Lombok, gue didatangi sejumlah taksi. Pun begitu, gue memutuskan pilihan ke Damri, biasa, guna menghematongkos 😀 . Tinggal jalan dikit dari pintu keluar, bus Damri udah terlihat.. Bus mengantar gue hingga ke Mataram. Kemudian dilanjut dari Mataram ke Pelabuhan Bangsal dengan taksi (mobil avanza).. Sepanjang perjalanan, gue disuguhkan aspal yang mulus. Dari sini saja telah terlihat keseriusan NTB dalam mengerjakan sektor pariwisatanya.. Karena hari telah sore, sopir taksi menyarankan supaya gue usahakanmemakai motor boat dari teluk sebelum pelabuhan bangsal.. Dia bilang sih takutnya udah ketinggalan bila naik kapal di pelabuhan bangsal.. Sebenernya gue curiga nih hanya akal-akalan sopir taksi biar dapet persenan dari pemilik/pengemudi motor boat.. Tapi kesudahannya tetep gue oke-in, gue berdua sama Ayu, diperbanyak 1 pasangan lagi biar dapat menekan ongkos.. Bagi berdua, gue menunaikan Rp 300.000,00. Memang sih cepet, masa-masa tempuh selama 5-10 menit saja. Tapi gilaaa,,, kapok gue naik beginian.. Kaya naik gerobak yang terombang ambing ombak bro, jeduk jeduk jeduk, pantat sakit cyin, inginkan gerakfobia kelempar 😀 ,, sepanjang perjalanan gue gak berkutik, melulu berpegangan pada tiang kapal. Fiuh.. Beda halnya bila pake fast boat di bangsal, jarak tempuh selama 10 menit tapi tentu deburan ombak gak berasa sebab kapalnya besar, begitu pun dengan kapal lambat, yaaa meski jarak tempuhnya menjadi lebih lama, selama 45 menit.. Gili TrawanganBeberapa wisatawan berlangsung kaki, sejumlah lainnya berkendara dengan sepeda. Tak tak sempat kereta kuda cidomo selesai lalang, yang menjadikarakteristik pulau ini. Tak tampak satu juga kendaraan bermotor di pulau ini, sebab memang dilarang. Transportasi sekitar di sini melulu 3tersebut tadi, jalan kaki, cidomo, dan sepeda. Kalau inginkan lebih enjoy, ada pun sepeda listrik yang disewakan. Di selama pelabuhan, terlihat keadaan yang ramai. Tempat santap bejibun, inginkan menu lokal ataupun western ada tidak sedikit di sini.. Kalau berasa panas, tenang es krim tidak sedikit bertebaran guna memanjakan lidah. Toko aksesoris pantai pun gampang ditemui. Jangan lupapun cafe dan bar yang bertebaran sepanjang jalan..Midnight Star II. Gue telpon penginapan yang gue pesan dan gak berapa lamalantas gue dijemput di pelabuhan. Karena letaknya memang gak terlampau jauh dari pelabuhan, ya kami jalan kaki. Selepas mandi, malam tersebut gue dan Ayu berjalan-jalan di sepanjang jalan utama Gili Trawangan.. Semakin malam semakin ramai, dan sejumlah bar pun mengawali partynya.. Di pulau kecil ini juga ada hiburan nobar di layar tancep.. Tapi di sini seru bro,, terdapat yang menyediakankemudahan kursi, ada pun kasur. So lu dapat nonton film seraya tidurandi ambang pantai, aseeeek… Yang unik ialah namanya,, THE MISBAR.. Tau kan artinya? Gerimis bubar.. hahaha.. Gak hingga larut malam, gue balik ke penginapan, Masih capek bro, dankelak mau berkelana mengelilingi pulau ini dengan bersepeda. Hari masih tidak banyak gelap, gue berangkat menyusuri gang-gang kecil di tengah pulau dengan memakai sepeda yang gue sewa.. Sampailah di pantai, di sisi beda pulau ini. Pagi tersebut terlihat paling jarang wisatawan asing, barangkali masih pada kecapekan sesudah party semalam suntuk. Hanya terlihat sejumlah yang berolahraga mengelilingi pulau. Sebaliknya, wisatawan lokal tampak sudah tidak sedikit berkeliaran. Terutama diwilayah Hotel Ombak Sunset. Itu lho, lokasi kesayangan orang-orangbikin foto-foto di buaian bertuliskan Ombak Sunset. Karena di situ antri, maka Ayu memilih buaian lain yang lebih sepi namun gak sehitsbuaian ombak sunset haha… Dasar tipikal wisatawan Indo yang suka nyari spot kekinian nih Ayu ini Tapi pagi tersebut belom terdapat 1 juga cafe yang buka. Ya namun mayanlah kursinya dapat didudukin kok 😀 Di sini pasirnya gak halus, namun diisi oleh pecahan-pecahan karang yangsudah mati dan terbawa ombak ke pinggir pantai. Airnya dangkal, namun hati-hati saat mengarah ke ke buaian karena tidak sedikit karang tajam yang sesekali dapat menggores kaki. Setelah puas berfoto dan merasakan area sunset ini, gue dan Ayu pulang mengail sepeda dan bergerak ke bagian beda pulau ini.. Kembali menggali spot-spot terbaik guna foto. Mudah mengejar penginapan, cafe, ataupun bar di sini. Ya, pulau ini memang sudah dilengkapi dengan sekian banyak fasilitas yang menciptakan wisatawan betah untuk berkunjung ke sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *